Mukin dot Com

 
 
 
  • About

    Personal Web from East Flores
 
Renungan NATAL December 24th, 2008

HR Natal Fajar:

Yes 62:11-12;
Tit 3:4-7; Luk 2:15-20

“Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yangdiberitahukan Tuhan kepada kita.”

 

Cicero
adalah seorang komandan perang yang handal dan tangguh, pasukannya senantiasa menang dalam peperangan atau pertempuran, padahal jumlah anggota pasukan tidak besar. Perang atau pertempuran pada masa ini antar musuh harus berhadapan muka, maklum pasukannya adalah pasukan berkuda, sedangkan senjatanya adalah pedang atau panah. Waktu itu Cicero
memimpin tentara berjumlah 100 (seratus) tentara dan harus menghadapi pasukan musuh yang berjumlah besar, lebih dari 1000 (seribu) tentara.   Cicero harus memutar otak alias berpikir matang untuk menyusun strategi perang.
Setelah berpikir dan mempertimbangkan banyak hal akhirnya Cicero
memutuskan strategi perang sbb: “Pasukannya tidak perlu langsung melawan berhadapan dengan pasukan musuh, melainkan mereka
diperintahkan menyusup ke daerah musuh melalui jalan lain, dan setiap
tentara/orang harus ‘menculik’ anak atau bayi dari musuh”.  Perang atau pertempuran memang belum dimaklumkan dan pasukan nampak masih dalam persiapan, tetapi anak buah Cicero telah menyusup ke daerah lawan melalui jalan lain tanpa membawa senjata dan memang masing-masing tentaranya berhasil menculik seorang anak atau bayi. Dengan
penculikan anak atau bayi tersebut, maka para ibu menangis dan berteriak-teriak menyusul atau menemui suam-suami mereka yang siap perang. Para
ibu menceriterakan bahwa tentara musuh telah menculik anak-anak mereka.
Mendengar dan memperhatikan laporan, tangis dan derita para ibu atau
isteri-isteri mereka, maka pasukan yang semula siap perang dan membunuh
‘betekuk-lutut’, alias tidak jadi perang, malainkan memaklumkan perdamaian dengan Cicero dengan harapan anak-anak atau bayi mereka dikembalikan. Dan memang perdamaian sungguh terjadi karena anak-anak atau bayi tersebut. Dalam hati para tentara ada bisikan luhur: untuk apa hidup dan berjuang, bukankan untuk anak-anak kita. Anak-anak atau bayi telah membuat para orang dewasa untuk saling bertekuk-lutut dan bersujud membangun dan memperdalam pedamaian sejati.  Hari ini kita rayakan atau
kenangkan kelahiran ‘Seorang Bayi’, Penyelamat Dunia yang diiringi pujian
gembira oleh para malaikat: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”(Luk 2:14). Mendengar pujinn gembira tersebut pada gembala yang tertidur di kegelapan malam yang dinginpun terbangun
dan kemudian berseru bersama: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yangdiberitahukan Tuhan kepada
kita.”(Luk 2:15)

 
“Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” (Luk 2:15)

 

Dalam (salah satu) Perayaan
Ekaristi Natal hari ini pada umumnya dikhususkan bagi anak-anak bersama dengan orangtuanya: koor oleh anak-anak, ada persembahan dari anak-anak kepada Kanak-Kanak Yesus yang terbaring di palungan, pesta anak-anak dst… Dengan kata lain kepada kita semua diharapkan mengarahkan pandangan dan perhatian kita kepada anak-anak dan tentu saja juga kepada Kanak-Kanak Yesus yang terbaring di palungan, bersembah-sujud kepadaNya. Hendaknya diakui, diimani dan dihayati bahwa anak-anak atau bayi-bayi lebih suci, murni, bersih daripada orang dewasa/kakak-kakak atau orangtuanya sendiri. Maka marilah, bersama dengan ‘para gembala’,  kita ‘pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana,
seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita”.. 

 
Ingat dan sadari bahwa beberapa penjahat sering mengarahkan pandangan dan perhatiannya pada anak-anak untuk ‘diculik’ dan dijadikan ‘tameng’ atau alat untuk memeras uang sebanyak mungkin dari para orangtuanya. Beberapa orangtua juga telah bertekuk-lutut serta menyerahkan
sebagian besar harta atau uangnya kepada penjahat demi anak-anaknya. Maka baiklah sekarang kita arahkan pandangan dan perhatian kita kepada anak-anak, dengan kata lain kita wujudkan sembah-sujud dan kebaktian kita kepada  Kanak-Kanak Yesus dengan bersembah-sujud dan
berbakti kepada anak-anak. “Kita harus mengajarkan nilai kepada anak-anak kita karena inlah amal yang paling nyata dan paling efektif yang dapat kita perbuat untuk kebahagiaan mereka”  dan nilai-nilai itu antara lain “kejujuran, keberanian, cinta damai,keandalan diri/potensi, disiplin diri/tahu batas, kemurnian/kesucian, setia/dapat dipercaya, hormat, cinta/kasih sayang, peka/tidak egois, baik hati/ramah, adil/murah hati” (lihat:  Linda & Richard Eyre: Mengajarkan Nilai-nilai kepada anak-anak,Gramdia -  Jakarta 1997,  hal xvii- xxvii).  

 

“Metode terbaik untuk mengajarkan nilai kepada anak-anak adalah contoh
tentang siapa kita dan yang kita berikan. Contoh selalu menjadi guru yang
paling baik – dan yang kita perbuat selalu berdampak lebih luas, lebih jelas,
dan lebih berpengaruh daripada yang kita katakana” (ibid, hal xxviii-xxix).
Perhatikan dan cermati bahwa anak-anak akan melihat dan mendengarkan dengan cermat,tekun dan penuh penyerahan diri pada apa yang anda katakan dan perbuat; dan apayang dilihat dan didengarkannya akan sangat berpengaruh pada perkembangan danpertumbuhan kepribadiannya. Itulah kiranya yang ‘diberitahukan Tuhan kepada kita’ ketika kita berada di depan anak-anak

“Ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.” (Tit 3:4-7)

   

Kelahiran Yesus, Penyelamat Dunia, di tengah-tengah kita merupakan ‘kemurahan Allah, kasihNya kepada manusia’, hal yang sama kiranya juga kita imani dan hayati ‘kelahiran seorang anak’ di tengah-tengah kita. Dialah dan juga anak-anak menjadi ‘pengharapan kita’  semua, maka marilah kita senantiasa bergembira, ceria , bergairah, dan dinamis karena kemurahan Allah yang penuh pengharapanini. Kita wujudkan kegembiraan, keceriaan dan kegairahan kita dengan berbuatbaik kepada sesama agar  mereka juga bergembira, ceria danbergairah dalam hidup yang sarat dengan tantangan dan hambatan pada saat ini.
Namun ingat dan hayati bahwa jika kita dapat berbuat baik kepada orang laintidak lain merupakan rahmat Allah, Allah yang hidup dan berkarya dalam diri kita yang lemah dan rapuh ini.

 

Hari ini kita kenangkan “Juruselamat Dunia”, dan kepada kita semua dianugerahi panggilan dan tugas pengutusan untuk menjadi ‘juruselamat dunia’ juga. Maka dimana ada bagian dunia, seluk beluk dunia tidak selamat di situlah kita dipanggil untuk menyelamatkannya. Ingat dan hayati kita kenangkan atau rayakan adalah Penyelamat ‘Dunia’ bukan penyelamat
orang Kristen atau Katolik. Maka marilah kita wujudkan bersama-sama kidung pujian para malaikat “damai sejahtera di
bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”. Memang pertama-tama dan terutama bagian dunia yang harus kita selamatkan adalah lingkungan hidup kita sehari-hari, yaitu keluarga maupun tempat kerja dan terutama adalah keluarga atau komunitas kita masing-masing, dimana kita menjadi anggotanya.

 

“Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.”

(Mzm 97:11-12)

.

“SELAMAT NATAL 2008 DAN TAHUN BARU 2009”

Jadilah Mutiara December 23rd, 2008

Jadilah Mutiara

Oleh pengorbanan menjemputnya

di palung samudera

juga oleh waktu yang membentuknya

Seperti dirimu yang juga indah

Oleh pengorbanan yang kau baktikan

Pada sesama

Sungguh engkau indah

Karena engkau adalah

Mutiara

(by A&N)

Mutiara. Awalnya ia bukan apa-apa. Hanya butiran pasir dan debu kotor yang tak ada harganya. Waktu yang kemudian membentuknya: detik demi detik, di kedalaman samudera, dalam kegelapan cangkang makhluk-Nya. Dengan proses yang demikian panjang dan pelan, penuh kesabaran. Pun kemudian, keindahannya juga tak dapat segera dinikmati begitu saja. Karena ia harus dijemput di kedalaman lautan, dikeluarkan dari rumahnya yang kokoh dan dibersihkan, disepuh dan diolah hingga menjadi perhiasan istimewa. Sungguh sebuah proses yang panjang dan melelahkan, bahkan bukan tidak mungkin terhenti di tengah jalan.

***

Mungkin engkau pernah merasa dirimu bukanlah apa-apa saat ini. Bahkan bisa jadi lebih dari itu, engkau membenci dirimu sendiri, sebagai manusia tak berguna, makhluk sia-sia. Begitu banyak kekurangan, begitu banyak kesalahan dan keburukan. Apalagi ketika kau melihat orang lain yang nampak begitu sempurna dan memiliki begitu banyak kelebihan, rasanya engkau makin ingin tenggelam. Mengapa orang lain memiliki begitu banyak kelebihan sedang aku tak memiliki apa-apa kecuali kekurangan? Mengapa aku buruk sedang orang lain cakep? Mengapa orang lain berhasil dan aku selalu gagal? Mengapa orang! lain kaya dan aku miskin? Serta beribu ‘mengapa’ lainnya yang akan membuat kita kecewa dan terluka, serta terpaku pada kekurangan-kekurangan yang kita miliki.

Padahal, saya percaya, setiap kita tahu dan yakin, bahwa Allah tidak mungkin menciptakan makhlukNya hanya dengan kekurangan saja atau kelebihan saja. Hanya dengan madharat saja tanpa manfaat atau sebaliknya. Pun kita manusia, pastilah memiliki keduanya dalam porsi yang imbang. Dia yang maha kuasa membekali manusia dengan segala kelebihan, menjadikan setiap insan memiliki keistimewaan. Hanya saja proses hidup yang kita alami mungkin telah membuatnya hanya menjadi potensi terpendam, tak muncul ke permukaan, bahkan mungkin ia, sekalipun ia pernah muncul di masa kecil kita, kemudian terkubur oleh segala tekanan dan rintangan.

Padahal, ibarat mutiara, kita tak dapat menjadi berharga begitu saja. Kita butuh waktu untuk membentuknya. Kita butuh proses panjang untuk mendapatkan keindahannya. Dan proses ini, butuh ketelatenan dan kesabaran.

Ya, sesungguhnya setiap kita adalah mutiara yang memiliki pancaran keindahan kita masing-masing, seperti apapun adanya kita pada awalnya. Kita hanya harus menyepuhnya untuk membuatnya menjadi berharga. Dan proses menyepuh ini, banyak cara dan jalannya.

Rintangan, hambatan, pengalaman, pembelajaran, baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain, tidak akan menjadi masalah. Karena pada dasarnya kita adalah mutiara. Kita hanya harus berusaha semaksimal kita, membuka mata, buka telinga dan buka hati.

Hanya satu awal yang perlu kita lakukan: itikad dan keyakinan untuk menjadi mutiara. Sungguh saya ingin menjadi mutiara, melalui berbagi dan berbakti pada sesama. Engkau? Menjadi mutiara seperti apa yang engkau inginkan?

PS :

"Janganlah engkau merasa lebih bersinar daripada yang lain, sesungguhnya cahayamu tidaklah ada manfaat bila tdk ada yg merasakannya"

"Just remember. . .no matter how bad and how weak u are & so much failures u have. .. there must be a diamond inside. .

Posted in Motivasi || 1 Comment »
Hutang Budi December 23rd, 2008

 

Si Bejo mendapatkan amanah menjadi pimpro. Amanah yang harus dikelola hampir 300 Milyar Rupiah. Proyek dibagi menjadi beberapa paket pekerjaan. Paket-paket ditenderkan melalui pelelangan umum dengan prakualifikasi. Ada civil work, furniture, peralatan dan lain- lain. Setelah melalui seleksi, baik teknis dan administratif maka ditentukanlah pemenang tender paket-paket pekerjaan tersebut.

Sebagai aparat pengadaan barang jasa pemerintah, tugas si Bejo adalah melaksanakan proses pengadaan barang/jasa secara efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel. Untuk tugas mengelola pengadaan barang/jasa tersebut maka si Bejo diberikan tunjangan fungsional sebesar Rp. 500.000,- per bulan.

Si Bejo adalah kepala keluarga dengan 3 anak dan seorang istri yang setia. Untuk menambah kebutuhan sehari-hari dan mengembangkan pengetahuan yang dimiliki, istrinya menjadi dosen tidak tetap di sebuah universitas swasta. Anak-anaknya sudah mulai besar-besar dan sangat membutuhkan perhatian dan terlebih-lebih biaya untuk sekolah.

Bejo tinggal di sebuah rumah tipe 45 dipinggiran kota, cicilannya belum lunas masih 10 tahun lagi. Mobil kesayangannya sedan butut keluaran tahun 70-an yang sangat setia untuk mengantar anak dan istri kemana-mana. Selama ini Si Bejo dikenal jujur, tidak neko-neko dan selalu menjaga amanah yang diberikan.

Setelah melaksanakan proses tender, maka terpilihnya Si Abu kontraktor yang memenangkan salah satu paket pengadaan. Begitu menang, Si Abu mengganti mobilnya menjadi Honda CRV baru. Kalau ke kantor si Bejo yang sederhana, si Abu tampak sangat flamboyan. Kalau ngajak makan pasti di hotel terkenal. Mulut manis dan layanan prima khas kontraktor-kontraktor proyek pemerintah. Sementara Si Bejo terpaksa ke kantor dengan tangan berlepotan oli, karena mobil bututnya mogok di tengah jalan dan setiap harinya masih bolak-balik mengantarkan istrinya untuk mencari tambahan sebagai dosen tidak tetap, untuk menutup cicilan rumah Rp. 750.000,- per bulan di BTN.

Melalui informasi ‘intelejen’, si Abu mendapatkan gambaran latar belakang keadaan dari si Bejo.

Setiap bulannya, Bejo memiliki kewenangan untuk mengevaluasi jalannya proyek dan menyetujui pencairan dana rata-rata 7 s/d 9 Milyar setiap bulannya, selama durasi proyek selama 36 bulan. Dan Bejo sang aparat telah menandatangan pakta integritas serta selalu membaca peraturan kepegawaian yang tidak boleh menerima apapun dari Sang Kontraktor.

Sebagian kontraktor menganggap kemenangan dalam proyek bukan sebagai amanah melainkan tumpukan rezeki. Bagi orang yang beriman, ketika mendapatkan rezeki, maka dia akan menyisihkan sebagian rezeki yang didapatnya untuk orang yang berhak. Tetapi jangan lupa ada pula si preman, yang terkadang memberikan ‘pinjaman’ rezeki agar mereka mendapatkan kemudahan di kemudian hari. Abu, Sang Kontraktor meminta KTP Si Bejo, untuk dibuatkan paspor. Umroh tinggal berangkat saja bersama istri. Bila perlu ibu yang masih dikampung bisa dibantu untuk pergi ke tanah suci. Atau jalan-jalan shoping ke Singapura saat liburan. "Sayang Pak Bejo kalau tidak dimanfaatkan untuk keluarga", begitu bujuk manis Abu Si Kontraktor.

Budi yang ditanam oleh Sang Kontraktor sebenarnya untuk keuntungan dirinya sendiri. Mereka menyiapkan segala sesuatu agar Si Bejo merasa berhutang budi, yang tentu harus dibayarnya suatu saat nanti.

Dengan pandai Abu Si Kontraktor menarik perhatian dan melakukan berbagai kebaikan dengan penuh semangat.

- – -

Si Bejo berresiko tinggi diobrak-abrik KPK, belum lagi mengakomodasi kunjungan untuk meninjau proyek mulai dari pejabat pusat, inspektorat, Bapenas, Departemen Keuangan, BPK, KPK apalagi kalau berurusan dengan Kejakasaan. Untuk setiap kunjungan tentu perlu disediakan akomodasi hotel berbintang juga sangu yang cukup, kalau ingin segalanya berjalan lancar. Model-model kunjungan yang tiada henti ini, tentu sulit dicarikan dari mana pos anggarannya. Dengan tunjuangan fungsional Rp. 500.000,- sebulan, apakah layak ditanggung resiko dan kekurangan anggaran itu ?

Si Bejo perlu hati yang luas, agar tidak ngenes melihat para kontraktor ganti mobil baru. Sementara si Bejo lembur setiap hari, stress menghadapi galaknya pemeriksa, tekanan para pendengki dari internal organisasi, sedangkan honor kecil, ganti mobilpun terasa sulit sekali. Saat itulah Sang Kontraktor dengan cerdik (ataukah licik?) menanamkan budi baik untuk membantu Si Bejo, yang apabila tergoda akan bisa celaka.

Disinilah politik hutang budi dimainkan. Budi ditanam secara manis dan halus, dan disertai dengan strategi tersembunyi bagaimana menuai ‘hasil pasti’ dikemudian hari. Strategi untuk mengekang gerak kendali dari Sang Pimpro untuk sulit mengadakan pengawasan. Jika pimpro sudah terkurung, Sang Kontraktor akan makin ganas untuk mendorong Si Bejo kejurang permasalahan yang dalam di kemudian hari.

Hutang budi beserta bunganya yang telah diinvest oleh si licik, biasanya harus dibayar dengan kompromi terhadap menurunnya kualitas atau volume pekerjaan, molornya waktu penyelesaian dan bengkaknya anggaran.

P E S A N  :

Hati-hati dengan politik hutang budi. Lebih baik gunakan ‘ilmu’ agar anda tak terpenjara oleh taktik kuno tersebut. Ilmu manajemen proyek yang tercantum di A Guide to Project Management Body Of Knowledge dari Project Management Institute adalah panduan yang cukup baik untuk memahami manajemen proyek. Tentu harus disesuaikan dengan pemahaman terhadap peraturan perundangan yang berlaku, keadaan sosial, budaya dan keyakinan spiritual masyarakat Indonesia.

Dengan `ilmu’ gabungan itu, ane yakin ente dapat membuat `pagar’  agar proyek anda aman, sehingga bisa selamat sampai selesai dengan tepat biaya, tepat mutu dan tepat waktu. Karena itu, kumpulkanlah ilmu karena ilmu yang akan menjagamu, tapi jika harta yang engkau kumpulkan maka akhirnya engkaulah yang sibuk menjaga tumpukan harta itu.

Masih banyak tip dan trik untuk melepaskan diri dari jerat sistem anggaran dan keadaan, tanpa harus mengikuti genderang irama politik hutang budi para oknum kontraktor, yang akhirnya hanya membuat kita menjadi tukang stempel kepentingan mereka.

Quote of the Day:
I not only use all the brains I have but all that I can borrow.
–Thomas Woodrow Wilson

Kenalan yuk ama PMBOK December 23rd, 2008

Ada yang udah kenalan ama PMBOK ? kalo belum.. ayo kita kenalan ..

PMBOK kepanjangan dari Project Management Body Of Knowledge , ini di publikasikan secara luas oleh oleh Project Management Institute (PMI) yang berpusat di negara yang barusan kena krisis keuangan , Amerika.

PMBOK ini lah yang merupakan metodologi/konsep dasar yang harus dipahami dan diperhatikan oleh seorang Project Manager ataupun praktisi dalam proyek managemen .

 

9knowledgearea

Gambar : Kiu (baca=Sembilan) Knowledge Area

Hal yang mendasar dalam PMBOK itu adalah gambar yang ada di atas ini, 9 knowledge area. 9 Area inilah yang wajib di kuasai dan di pahami oleh seorang Project Manager yang Professional.

9 Knowledge Area ini terdiri terbagi atas 2 Fungsi Utama , yaitu Fungsi Utama (Core Function) dan Fungsi Pendukung (Facilitating Function).

Fungsi Utama sendiri terdiri dari

- Majemen Ruang Lingkup (Scope Management)

- Manajemen Waktu ( Time Management)

- Manajemen Biaya (cost Management)

- Manajemen Kualitas (Quality Management)

Keempat aspek  diatas memiliki hubungan yang "unik",uniknya seperta apa ?

Ambil contoh :

Sebuah Project di sebuah perusahaan baru implementasi active directory (AD) win 2008 ,

- Jika mereka ingin ruang lingkup luas sampe dengan cabang-cabang di kantornya dipasang AD , mereka akan memakan waktu yang lama dan biaya yang tinggi untuk bayar gue … apa hubunganya.

atau

- Jika mereka ingin AD di kantor pusat saja (baca:ruang lingkup kecil) , otomatis biaya dan waktunya bisa lebih kecil .

Tetapi adakalanya  sebuah organisasi "sok" besar Open-mouthed, inginnya Instalasi nya sampai cabang , tetapi biaya terbatas dan mintanya cepat akibatnya apa kualitasnya rendah dech. (moga2 aja bukan ane yang ngerjain)

Disinilah pentingnya seorang PM..bukan Product Manager ataupun Polisi Militer tetapi Project Manager harus bisa menyelesaikan konflik yang terjadi antara 4 Fungsi Utama tadi sehingga mencapai sebuah titik optimal.

 

Udah cape belum bacanya … kalo udah stop aja ato diprint bacanya waktu inget aja .

Bagi yang belum cape kita lanjutin lagi ,

Fungsi Pendukung merupakan kumpulan dari aspek-aspek yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan biasanya bekerja di belakang layar (background) .

Fungsi pendukung terdiri dari :

- Manajemen SDM (HR mangement)

- Manajemen Komunikasi (Communication management)

- Manajemen Resiko (Risk Management)

- Manajement Pengadaan Project (Procurement Management) .

 

Kalo di hitung baru ada 8 Knowledge Area , 1 lagi apa dunk… Liat dunk gambar diatas kalo mo tahu jawabannya ..

Knowledge area yang terakhir adalah Majemen Integrasi proyek (Project Integration Management), yang berfungsi mengkolaborasikan antar Fungsi Utama dan Fungsi Pendukung di tambah dengan Tools dan Teknik- teknik untuk mencapai kesuksesan project .

Rik.. diatas gambar stakeholders itu apa ??? Stakeholders adalah orang-orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung terhadap sebuah project . contohnya :

project Sponsor , team project .customer , users, suppliers , opponents to the project.

Emang opponent perlu diperhatikan … jawaban YA.. karena secara tidak langsung dia/mereka bisa juga mengagalkan sebuah project .

 

Udah dulu yach cape nich ngetiknya .. mo lanjutin kerja yang lain…

Eiits… ada yang nanya  setelah ini apa  materinya .. ane mo coba buat bagaimana menggunakan tools yang mendukung suksesnya sebuah project yaitu MS Project Professional 2007 .

Quote of the Day:
Keep your fears to yourself, but share your inspiration with others.
–Robert Louis Stevenson